Thursday, June 17, 2021
Teknik Penulisan Cooperative Learning
Ada berbagai macam teknik yang terdapat pada pembelajaran kooperatif. Dari berbagai macam teknik pada pembelajaran kooperatif memiliki strategi dan cara yang berbeda namun memiliki kesamaan dalam tujuan pembelajaran yaitu sama-sama melibatkan penghargaan tim, tanggung jawab individual, dan kesempatan sukses yang sama.
Beberapa teknik pembelajaran yang dapat diterapkan dengan model pembelajaran kooperatif adalah seperti: Mencari Pasangan (Make a Match), yaitu Pada teknik ini guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi tentang topik pembahasan dan setiap siswa mendapatkan satu buah kartu. Kemudian setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu jenis yang sama yang selanjutnya siswa bisa bergabung dengan dua atau tiga siswa yang lain yang memegang kartu yang sama atau cocok. Misalnya, pemegang kartu orange akan membentuk kelompok dengan pemegang kartu apple dan grape.
Bertukar Pasangan, yaitu Pada teknik ini siswa mendapatkan satu pasangan dan guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan secara berpasangan. Setelah selesai, setiap pasangan bergabung dengan pasangan yang lain dan masing-masing pasangan yang baru saling menanyakan dan memberikan jawaban mereka yang kemudian jawaban itu diberikan kepada pasangan semula.
Berpikir-Berpasangan-Berbagi (Think-Pair-Share). Pada teknik ini guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok kemudian setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri. selanjutnya siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelompok dan berdiskusi dengan pasangannya, setelah itu kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat dan siswa mempunyai kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya kepada kelompok berempat
Berkirim Salam dan Soal. Pada teknik ini guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok yang lain. Kemudian, masing-masing kelompok mengirim satu orang utusan ang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya. Setelah selesai, jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan jawaban kelompok yang membuat soal.
Kepala Bernomor (Numbered Heads). Pada teknik ini masing-masing siswa di dalam kelompoknya memiliki sebuah nomor, misalnya nomor 1, 2, 3 dan 4. Kemudian guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Setelah itu setiap kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan setiap anggota kelompok diharapkan mengetahui jawabannya. Selanjutnya guru memanggil salah satu nomor dan siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama kelompoknya.
Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray). Teknik ini dapat memberi kesempatan kepda kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Pada teknik pembelajaran ini siswa bekerja sama dalam kelompok berempat dan dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya. Setelah selesai, masing-masing bertemu di dua kelompok lain. Selanjutnya dua siswa yang tinggal dalam kelompok mempunyai tugas untuk membagi-bagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu yang lain.
Keliling Kelompok. Pada teknik belajar mengajar Keliling Kelompok ini masing-masing siswa dalam kelompoknya mendapatkan kesempatan untuk memberikan dan menerima pandangan dari anggota lain. Caranya yaitu salah satu siswa dalam masing-masing kelompok memulai dengan memberikan pendapatnya tentang tugas yang sedang mereka kerjakan. Kemudain anggota kelompok yang lain juga diharapkan untuk memberikan pendapatnya dan seterusnya sampai arah pembicaraan berputar sesuai dengan arah jarum jam.
Kancing Gemerincing. Teknik Kancing Gemerincing ini mendorong setiap siswa untuk berperan serta dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaan teknik ini guru menyiapkan satu kotak kecil yang berisi kancing-kancing. Sebelum setiap kelompok memulai tugasnya, setiap siswa dalam masing-masing kelompok mendapatkan dua atau tiga buah kancing dan setiap kali siswa berbicara atau berpendapat, siswa tersebut harus menyerahkan satu kancingnya dan meletakkan di tengah-tengah. Jika kancing yang dimiliki seorang siswa habis, dia tidak lagi mempunyai kesempatan untuk berpedandapat sampai semua rekannya juga menghabiskan kancingnya.
Keliling Kelas. Pada teknik ini masing-masing kelompok mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil kerja mereka dan melihat hasil kerja kelompok lain. Di sini siswa bekerja sama dalam kelompoknya. Kemudian, masing-masing kelompok memamerkan hasil kerja mereka. Hasil ini bisa dipajang di beberapa bagian kelas. Setelah itu, masing-masing kelompok berjalan keliling kelas dan mengamati hasil karya kelompok-kelompok lain.
Lingkaran Kecil Lingkaran Besar (Inside-Outside Circle). Pada teknik ini siswa bekerja dngan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan mereka masing-masing berdiri melingkar dan menghadap keluar dan separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran yang pertama yaitu dengan menghadap ke dalam dan berpasangan dengan siswa yang berada di lingkaran dalam. Kemudain, dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan lingkaran besar berbagi informasi.
Tari Bambu. Pelaksanaan pada teknik ini yaitu separuh kelas berdiri berjajar. Jika ada cukup ruang, mereka bisa berjajar di depan kelas dan separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama. Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran berbagi informasi. Kemudain, satu atau dua siswa yang beridiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya yang selanjutnya jajaran ini bergeser sehingga masing-masing siswa mendapatkan pasangan yang baru untuk berbagi.
Jigsaw. Pada teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa untuk saling bekerja sama dengan siswa yang lain dalam suasana gotong royong. Pada kegiatan ini guru membagikan tugas yang akan diberikan menjadi empat bagian kepada masing-masing kelompok yang terdiri dari empat anggota. Bagian pertama tugas diberikan kepada siswa yang pertama, sedangkan siswa yang kedua menerima bagian yang kedua, dan seterusnya. Kemudian, masing-masing siswa disuruh mengerjakan bagian mereka masing-masing. Setelah selesai, siswa saling berbagi mengenai bagian yang dikerjakan masing-masing. Kegiatan ini bisa diakhiri dengan diskusi mengenai topik dalam bahan pelajaran hari itu. Diskusi bisa dilakukan antara pasangan atau dengan seluruh kelas.
Namun selain keduabelas jenis teknik pembelajaran dalam kooperatif, Sharan juga memberikan tambahan teknik-teknik pada pembelajaran kooperatif yang diantaranya adalah (1) Divisi Pencapaian-Kelompok Siswa atau Student Team-Achievement Divisions (STAD); (2) Team Assited Individualization (TAI); dan (3) Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC); dan (4) Metode Jigsaw.
Dari beberapa teknik pembelajaran pada pembelajaran kooperatif di atas pada dasarnya memiliki konsep yang sama namun cara yang berbeda. Menurut Slavin bahwa semua metode pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang bekerja sama dalam belajar dan bertanggungjawab terhadap teman satu timnya mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya.
Dari berbagai macam teknik pembelajaran tersebut di atas, penulis menerapkan dua teknik dan untuk dua kelas yang berbeda yaitu teknik pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dan teknik pembelajaran Divisi Pencapaian-Kelompok Siswa atau Student Team-Achievement Divisions (STAD).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment